Jaminan Penawaran

Serba-Serbi Tentang Jaminan Penawaran

Jaminan PenawaranBagi sebuah perusahaan, tender memegang arti yang sangat penting dalam hal keuntungan yang akan didapat perusahaan tersebut. Sebuah perusahaan yang memenangkan sebuah tender pasti akan mendapatkan untung yang sangat banyak. Itulah mengapa semua perusahaan rela bersusah payah melakukan berbagai macam upaya demi untuk memenangkan suatu tender. Namun, keuntungan yang besar ini juga sejalan dengan proses yang terbilang cukup rumit, repot dan agak berisiko serta menggunakan sejumlah dokumen yang masih terbilang asing untuk orang awam, salah satunya adalah Jaminan Penawaran. Sebenarnya apa perlunya jaminan itu untuk para pelaku tender ?

Untuk Apa Jaminan Penawaran Itu ?

Jaminan Penawaran atau yang lebih sering disebut dengan Bid Bond bisa dibilang sebagai sebuah lisensi atau ijin bagi penyedia barang/jasa, atau yang lebih dikenal dengan Principal, untuk bisa beraksi dalam memenangkan suatu tender. Surat jaminan ini dikeluarkan oleh perusahaan asuransi atau Bank atas persetujuan dari pemberi kerja. Dengan menerbitkan surat jaminan penawaran ini berarti pemberi kerja telah menyatakan secara sah dan resmi bahwa penyedia barang/jasa telah memenuhi salah satu persyaratan administrasi pelelangan, dengan begini penyedia barang/jasa telah memenuhi ketentuan untuk mengikuti pelelangan yang dimaksud dan penyedia barang/jasa sanggup untuk melaksanakan pekerjaan jika dinyatakan sebagai pemenang pelelangan. Jika ternyata nanti penyedia barang/jasa tidak dapat melaksanakan kewajibannya setelah ditunjuk sebagai pemenang, yaitu memberikan jaminan pelaksanaan sebagai persyaratan sebelum kontrak, maka segala kerugian akan dibayar oleh perusahaan asuransi atau Bank terhadap pemberi kerja (Obligee).

Kedudukan surat Jaminan Penawaran ini sangatlah penting karena diatur secara resmi dalam Undang Undang No. 68 Ayat 1 dan Perpres No. 54 tahun 2010. Karena diatur oleh peraturan resmi pemerintah, maka surat jaminan penawaran ini ditanggung sah serta bersifat dapat dicairkan tanpa syarat  (unconditional). Hal ini telah menjawab semua keraguan di masyarakat yang masih menanyakan tentang kekuatan surat tersebut. Berkaitan dengan statement tersebut, sering juga terjadi kebingungan ketika proses pencairan akan dilakukan. Dijelaskan bahwa proses pencairan surat Jaminan Penawaran ini dapat dilakukan asal ada bukti, walau itu cuma hasil soft copy atau scan. Namun, dalam tata caranya sendiri ada peraturan yang mengharuskan memperlihatkan Jaminan Penawaran asli.

Rate Penerbitan Jaminan Penawaran

Berikut ini adalah Rate Penerbitan Jaminan Penawaran via Asuransi dan Bank (Tanpa Collateral 100%) yang kami tawarkan :

JAMINAN PROYEK/PEKERJAAN (SURETY BOND & BANK GARANSI)

JENIS JAMINAN

RATE / 3 Bulan

DATA-DATA
YANG DIPERLUKAN

SURETY BOND

BANK GARANSI

Jaminan Penawaran
(Bid Bond)

0,30%

3,0%

Dokumen Pengadaan

Jaminan Pelaksanaan
(Performance Bond)

0,35%

3,5%

SPPBJ

Jaminan Uang Muka
(Adv. Payment Bond)

0,4%

4,0%

Surat Perjanjian (Kontrak)

Jaminan Pemeliharaan
(Maintenance Bond)

0,35%

3,5%

Kontrak dan BAST

Rate diatas tidak berlaku untuk nilai minimum – exclude Biaya Administrasi untuk
Surety Bond Rp. 30.000,- dan exclude Biaya Administrasi untuk Bank Garansi Rp. 500.000,-
♦ Rate diatas masih bisa di negosiasikan sesuai dengan nilai jaminan dan jangka waktunya

Merupakan kebanggan bagi kami dapat bekerjasama dengan Anda, semoga ini merupakan langkah awal kita untuk menjalin kerjasama dengan baik dan berkesinambungan di masa yang akan datang. Silahkan menghubungi Costumer Service kami yang siap membantu anda untuk penerbitan Bank Garansi ataupun Surety Bond. 

 

Incoming search terms:

  • cara membuat jaminan penawaran
  • biaya membuat jaminan penawaran
  • bank garansi surabaya
  • pengajuan surat penjamin penawa
  • surat jaminan penawaran proyek
  • syarat jaminan penawaran

One thought on “Jaminan Penawaran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *